Wednesday, May 31, 2006

Since When Is Affection A Crime?

**PLEASE PASS THIS ON TO YOUR NETWORK & FRIENDS**

Do you like holding hands? How about sharing a hug with the person that you care for? Can you accept kisses as a way to show affection? Do you think that you have the ability to judge for yourself whether or not your behaviour will offend others around you? Does it matter to you if you are being treated equally as everyone else, including tourists from other countries like Singapore or the UK?

*********************************************************

Come and support the court case of two young people that are charged for "indecent behavior", all because they allegedly hugged and kissed in a public park.

Day: Thursday, 1st June 2006
Time: 9:00am
Place: DBKL Magistrates Court, Jalan Tun Razak (near the Pekeliling Flats, behind Tawakal Hospital. Nearest LRT Stop: Titiwangsa)
Map: DBKL Court | Putra LRT | Alternative Map of Jln Tun Razak

On 2 August 2003, Ooi Kean Thong (24) and Siow Ai Wei (22) were accused of "indecent behaviour" at the KLCC park.

They lodged a report against the two DBKL officers who allegedly issued them with a summons after they refused to bribe them. Not only that, the challenged the city council's authority to enact such "morality laws".

On 4 April 2006, the Federal Court ruled that the KL City Hall had the authority to enact bylaws to prosecute people for indecent public behaviour.

Worried that tourists will stop visiting our country because of such openly ridiculous policing of private behavior, the Mayor of KL hastily reassured the BBC on the very next day, that this will not apply to tourists.

Meanwhile, Ooi and Siow will have to defend themselves against the charge of indecent behaviour.

Where do you stand?

Come to the hearing and show your support to Siow and Ooi's courageous stance. KataGender (katagender.blogspot.com) is organising a visual statement on the day. Join us as we hold hands and state your thoughts.

Please wear a white or plain coloured t-shirt and bring marker pens, cardboard, and your friends.

For more information, contact: kata.gender@gmail.com

We will be meeting at the Masjid Jamek LRT station at 8:15am - 8:30am to go the courts together via the LRT.

Alternatively, you can meet us directly at the DBKL Magistrates Court.

Monday, January 23, 2006

Berita Terkini: Kebenaran Telah Mati

Berita Terkini

Kebenaran telah Mati
Oleh B.M.T

KUALA LUMPUR, 13 Januari: Kebenaran telah pun menemui ajalnya dan dijangka akan dikebumikan di tanah perkuburan Bangsar esok. Kematiannya merupakan suatu kehilangan yang amat besar pada negara, dan membuatkan kita tersedar dan bangkit. Setelah bertahun lamanya berjuang untuk terus hidup, Kebenaran akhirnya tidak lagi mampu menanggung kesemua serangan yang dihadapinya dari pelbagai sudut.

Antara kejadian pahit yang diketahui umum termasuklah pengambilalihan Utusan Melayu oleh UMNO pada tahun 1961, pengambilalihan Nanyang Siang Pau oleh MCA pada 2001, dan hanya minggu lepas, iaitu pada 5 Januari, campurtangan terus dari kerajaan dalam penyingkiran dua editor senior di China Press.

Pencerobohan kuasa ini telah menjejaskan penglihatan Kebenaran menjadi kabur, dan telah meyebabkannya membuat keputusan-keputusan yang kurang waras sejak beberapa dekad ini. Rakyat yang selama ini bergantung pada Kebenaran bagi melibatkan diri dalam proses demokrasi, telah telah pun terjejas kepercayaannya terhadap keadilan.

Semakin hari, Kebenaran semakin kehilangan anggotanya melalui kurangnya kepertanggungjawaban dan keluhuran wartawan dan media massa. Seseorang yang enggan disiarkan namanya mengatakan, “Kadangkala sesetangah berita dilaporakan untuk mendedahkan kelemahan rakyat bagi mengalih perhatian terhadap kesalahan pihak kerajaan.”

Didorong oleh faktor komersial, sensasi dan kerapkali, cerita yang sengaja diada-adakan, laporan-laporan berita telah dibuat untuk disebarkan umum tanpa memperdulikan Kebenaran.

Salah satu contohnya adalah liputan baru-baru tentang apa yang dikatakan isu ‘Black Metal’, yang mana masyarakat ditakut-takutkan dengan suatu jenis aliran musik, tanpa benar-benar memahami atau mengetahui sejarah sebenar atau konteks muzik tersebut. Bukan itu sahaja, beratus-ratus remaja Malaysia telah ditangkap secara rambang dan dituduh sebagai rosak akhlak – Kesemuanya hanyalah untuk mencipta isu sensasi bagi melariskan jualan terbitan mereka. Melalui laporan-laporan sedemikian, suatu budaya baru telah dicipta dengan begitu mudah oleh media massa dengan begitu tidak bertanggungjawab sekali, untuk terus mengawal sekumpulan rakyat yang tidak mempunyai kuasa. Hak asasi manusia dan kebebasan remaja telah dikekang dengan begitu teruk sekali, hasil keghairahan media komersial murahan dan oleh wartawan-wartawan yang tidak bertanggungjawab.

Kanser sebegini telah memakan daging Kebenaran dan melemahkan keupayaannya untuk berdiri teguh. Orang ramai yang berhak mendapat maklumat tepat sebaliknya disuapkan ceramah isu moral yang memualkan. Menurut suatu sumber sulit, “Secara beransur-ansur, kita lihat masyarakat menjadi begitu ketagih pada drama dan kontroversi. Dengan penutupan minda sedemikian dan hilang kemampuan berpikiran kritikal, keupayaan mereka sebagai rakyat aktif kian bertambah lumpuh”.

Seperti tidak cukup setakat itu, telah bertahun lamanya Kebenaran dibebani dan diikat dengan pelbagai undang-undang yang menyekat kebebasannya untuk mendengar dan berkata-kata. Undang-undang ini termasuklah Akta Cetak dan Penerbitan, Akta Komunikasi dan Multimedia, Akta Hasutan, Akta Maklumat Rahsia dan Akta Keselamatan Dalam Negeri (ISA). Apabila digabungkan, kesemua akta ini telah pun mampu menjahit tutup keseluruhan mata,telinga dan mulut Kebenaran.

Dengan darah yang telah pun diracuni, kehilangan anggota dan kehilangan deria rasa, Kebenaran masih mampu untuk terus hidup agak lama juga. Mungkin kerana beberapa orang individu dan organisasi telah menolong untuk cuba menjalankan pembedahan dan memulihkan Kebenaran melalui media alternatif. Namun begitu, usaha-usaha ini telah pun dibuat semana yang mampu.

Akhirnya, Kebenaran mati jua. Sekarang hanyalah tinggal untuk waktu berkabung. Oleh itu, marilah berkabung, berdoa, dan bersedia untuk menempuh waktu-waktu yang penuh keraguan. Tiada lagi Kebenaran sebagai tempat kita bergantung.

[Kenyataan Akhbar utk aksi Pusara Media]
-------------------------------------------------------------------------------------
Latest News

Truth is Dead
by B.M.T

KUALA LUMPUR, 13 January: Truth is dead and expected to be buried on the grounds in Bangsar tomorrow. Its death is a great blow to the nation, and its finality a sobering fact to wake up to. After struggling for its life for many years, Truth was not able to bear up to the multiple assaults it received from various quarters.

Some of the most widely grieved events include the Utusan Melayu takeover from UMNO in 1961, the Nanyang Siang Pau takeover from MCA in 2001, and only last week, on 5th January, direct interference from the government in the sacking of two senior editors in China Press.

This invasion of control has affected Truth’s eyes to be able to see without being obscured, and has created more and more dubious judgement calls for several decades now.
Citizens who rely on Truth to be able to participate actively in democracy have been severely shaken by the inability to trust its impartiality.

Truth has been losing more and more limbs through the lack of accountability and integrity of journalists and members of the press. One affected individual who wishes to be unnamed stated, “Sometimes some news stories are reported to focus on the mistakes of citizens in order to divert the attention away from the mistakes of the government.”

Driven by commercialisation, sensationalism and oftentimes, complete fabrication of facts, news reports have been produced for mass consumption without accountability to Truth.

One example is the recent coverage of the so-called ‘Black Metal’ issue, where a particular genre of music has been demonised without any real understanding or knowledge of its history or context. Not only that, hundreds of young Malaysians have been arbitrarily targetted and accused of moral corruption with an agenda of pushing for sales through sensationalism. Through the reports, a new culture has been randomly created by the press to further control a group of relatively powerless citizens. The human rights and freedoms of young people have been severely curtailed for crass commercialism through irresponsible media and journalism.

This form of cancer has eaten into the blood stream of Truth to weaken its ability to stand its ground. The public who has a right to receive accurate information and facts are instead fed fables heavily dosed with self-serving morality. According to a source that wishes to remain anonymous, “We have slowly seen the public become addicts of drama and controversy. With such a closing of the mind and the shutting down of critical faculties, their capacity as active citizens have been further crippled.”

In a final act of indignity, Truth has been burdened and tied up with scores of legislations that restrict its freedom to listen or speak for many years. These laws include the Printing and Publications Act, Communications and Multimedia Act, Sedition Act, Official Secrets Act and Internal Security Act. Working together, these acts effectively sewn the eyes, ears and mouth of Truth shut.

With poisoned blood, loss of limbs and sensory capacities, it is a wonder that Truth has been able to survive for as long as it did. Perhaps this is due to some individuals and organisations have attempted to perform regenerative operations and surgery on Truth through alternative media. However, these efforts have done all it can.

Truth is dead. It is time to mourn. Put on your black clothes, say a prayer, and be prepared for an age of uncertainty and scepticism. We have nothing more to rely on for knowing the Truth.

[Press Statement for Pusara Media action]

Friday, January 13, 2006

Pusara Media Candle Light Vigil

Pagi ini, memorandum tentang Kebebasan Media telah disampaikan kepada SUHAKAM. Malam esok pula...

"PUSARA MEDIA CANDLE LIGHT VIGIL"


satu acara berkabung dan protes aman atas kematian etika media/journalis dalam melaksanakan tukar dan melaporkan berita-berita yang beranalisis kukuh dan benar.

AKTIVITI:

1. berarak daripada PUTRA LRT Bangsar ke bangunan pejabat NEWS STRAITS TIMES (NST) - Harian Metro di Jalan Riong, Bangsar.
2. berkumpul dan menyalakan lilin di hadapan pejabat NST.
3. persembahan - teater jalanan, sajak, speech dan aksi-aksi yang dirasakan patut.

PERHATIAN/PERINGATAN:

1. sila berpakaian hitam.
2. sila bawa lilin dan botol mineral sebagai tapak lilin.
3. sila bawa banner, placard, puppets, musical instruments sendiri dengan mesej yang sesuai.
4. semua orang boleh participate untuk baca puisi, street teater dan persembahan yang lain.
5. perjumpaan/meeting sebelum acara di UBU Bangsar pada hari Jumaat 13/01/2006, pada pukul 8:00 malam.

Tarikh: 14 January 2006 (Sabtu)
Tempat: berkumpul di kawasan bawah stesen PUTRA LRT Bangsar.
Masa: 8.00 - 8.30 malam (masa berkumpul)
Kontak: 016 9045205 / 013 2437092

Petisyen Hentikan Diskriminasi!

Tandatangan di Sini | Sign the Petition Here

Petisyen kepada Kerajaan Malaysia

Undang-Undang Keluarga Islam: Hentikan Diskriminasi Terhadap Wanita!

Kami warga Malaysia, lelaki dan wanita yang terdiri dari berbilang agama, amat bimbang terhadap penghakisan hak wanita, terutama wanita Islam, yang terus berlaku di Malaysia.

Pelbagai pindaan kepada undang-undang keluarga Islam dalam dua dekad kebelakangan ini, semakin menggugat kedudukan wanita, terutamanya wanita Islam, dalam rumahtangganya. Syarat-syarat untuk berpoligami, perceraian, pembahagian nafkah dan hadhanah kebanyakannya memihak kepada kaum lelaki dan merugikan kaum perempuan. Malah, pelaksanaan undang-undang dalam proses perundangan Syariah juga berat sebelah kepada pihak lelaki. Banyak laporan akhbar dan aduan yang diterima pertubuhan wanita menunjukkan wanita tidak menerima layanan yang adil dan saksama dari pihak mahkamah Syariah.

Pelulusan Rang Undang-Undang Keluarga Islam (Wilayah Persekutuan) (Pindaan) 2005 oleh Dewan Negara bulan lepas merupakan satu lagi tindakan dalam arus penghakisan hak wanita. Pindaan terbaru ini memberikan pihak lelaki kuasa yang jauh lebih besar dari dahulu untuk berpoligami, untuk menceraikan isteri dan juga untuk membekukan harta isteri untuk menuntut harta sepencarian, manakala peluang pihak wanita untuk menegakkan hak mereka kian luput.

Adalah amat mengecewakan bahawa Malaysia, salah satu tokoh di kalangan negara Islam, telah memilih langkah ke belakang dengan meluluskan pindaan yang memudaratkan kaum perempuan. Ini tentu tidak sejajar dengan arus perubahan di kalangan beberapa negara Islam yang mengorak langkah untuk meminda undang-undang keluarga Islam ke arah kesaksamaan dan keadilan antara lelaki dan wanita. Satu perkembangan terbaru di dunia Islam yang amat dialu-alukan ialah pelulusan pindaan terhadap Moudawana (Kod Status Personal) di Maghribi yang mendukung prinsip keadilan dan kesetaraan antara lelaki dan wanita dalam Islam. Perkembangan seperti inilah yang sepatutnya diteladani oleh negara Malaysia.

Untuk memastikan agar hak wanita, terutama hak wanita Islam, di negara ini tidak terus digugat, malah ditegakkan dan dimajukan, kami menyeru agar Kerajaan Malaysia:

• Tidak mewartakan Rang Undang-Undang ini pada peringkat Wilayah Persekutuan, dan menggantung pelaksanaannya di negeri-negeri yang sudah meluluskannya,
• Menggubal Rang Undang-Undang Keluarga Islam yang baru berdasarkan kepada prinsip keadilan dan kesaksamaan,
• Menubuhkan Jawatankuasa Khas Parlimen supaya dapat menjalankan perbicaraan terbuka di seluruh negara untuk mendengar dan memastikan suara rakyat umum akan terlibat dalam penggubalan undang-undang yang mempengaruhi kehidupan seharian mereka,
• Menghormati hak asasi manusia, terutamanya hak wanita Islam dalam rumahtangga, dan mengkaji pentafsiran undang-undang Islam alternatif yang menegakkan kesaksamaan antara lelaki dan wanita dan juga mendukung hak asasi manusia sejagat.


Kami, dengan ikhlas dan tegas, percaya bahawa kesaksamaan antara lelaki dan perempuan patut dinikmati oleh semua rakyat dan pemastautin tetap di Malaysia, tanpa mengira bangsa dan agama. Prinsip in sejajar dengan tuntutan Perlembagaan Persekutuan, Perisytiharan Hak Asasi Manusia Sejagat, Konvensi Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Wanita, yang telah dipersetujui oleh kerajaan Malaysia pada tahun 1995, dan juga ajaran seluruh agama di dunia.

More information

Lainie, one of the 'innocent' watchers who got roped into the action blogged about her experience. Funny how cliches come back and bite you in the arse. Maybe in life, there is no such thing as clean-hands bystanders :-|

Enjoy the ride while you scroll down to her blogging of the event on 9th Jan ;-)

Bobjots also blogged (with a little more gravity) on what the IFL issue is about.

If you still want more, here's the leaflet we handed out with the petition:



Parody of the IFL Bill



Christmas day present this year by our go'men to the rakyat, was the passing of the Islamic Family Law Bill. This is despite the fact that dalam Dewan Negara, seramai 25 ahli senator wanita membantah perlulusan akta itu. Nazri Aziz dpd Pejabat Perdana Menteri mengarah 19 orang senator dpd Barisan Nasional utk mengundi mengikut Party Line. Dalam kata lain, jangan memberontak, jangan membantah, kalau tidak, akan dipecat. Nazri invoked the Whip.

Apa gunanya demokrasi sekiranya wakil rakyat, institusi dan mekanisme demokrasi tidak berfungsi untuk menegakkan keadilan?


Parody Parlimen sedang bersesi

Inilah persoalan yang kami tonjolkan dalam aksi KataGender ahad lalu dikaki-jalan bandar Kuala Lumpur. Jika demokrasi bermakna kuasa didalam tangan sesiapa yang berhak untuk invoke the Whip, maka semua senator-senator & wakil-wakil rakyat cuma patung pak & mak turut yang pandai tersenyum kambing sahaja. Bukan?


Bermulalah..


"Sekiranye nak kahwin, kena serahkan semua hak kepada suami. Setuju?"


Apa yang difikirkan oleh Security Guard ini? Tentang hak dia sebagai seorang rakyat? Sebagai seorang anak lelaki, potensi suami, atau tentang gaji yang mungkin dipotong sebab budak-budak ni buat benda entah apalah..


Kamu rasa secure ye? Sebab lelaki, sebab bukan Muslim..Tapi dengarlah!


Jangan menoleh-dalih lagi, ini isu kamu, kami, kita semua.


Salah satu daripada cadangan Bill yang tetap diluluskan oleh 'Parlimen Puppet' kita: "Sekiranya tiada mempunyai bapa, tidak layak untuk undi"
"If you dont have a father, you dont have a right to vote"


Hmm.. mesti aku kisahke? Aku dapat banyak lagi hak..takpekan? Kan? Kan???


"Marilah kambing-kambingku... Tidak.. tak bawak kamu semua utk disembelihkan. Percayalah cakap datuk.."


Senyuman palsu, Suara terpendam. Inikah demokrasi?


"Bill yang seturusnya.. satu keluarga, satu undi cukuplah. Boleh?"


"Kamu berani membantah? Datuk sebat kamu! Invoke the Whip! Invoke the Whip!"


Senator & MP maju kehadapan! *uhuk* *uhuk*


Aksi ini juga cuba mendapatkan respons dan action dpd orang ramai. Dengan cara yang mudah. Kalau nakkan hak, senangje.. boleh mula dengan menandatangani petisyen!


Dalam LRT sempat juga nak mendapatkan engagement.


Jangan tengokje..Gunakan kuasa demokratik anda!


Tandatangan Petisyen


Sesi demokratik kaki-lima sedang dijalankan :)

photoes by ezrena marwan: www.ezthetic.net

Jamming VAW - some foto-foto



Okay, Antagony Aunt telah terlanjur diasyiki musim perayaan dan tahun akhir. Report back ttg Jamming VAW Night terlewat. Dah terlepas terlalu lama... dan makcik nyanyuk dah nyanyuk sikit. Tak teringat detail-detail.

Secara ringkasnya, kami mendapat sokongan yang sungguh inspiring daripada komuniti pemuzik, penulis dan pembuat filem. Inilah leaflet acara kami pada malam itu:



Sungguh bertuah ada orang-orang ramai yang sudi menyesatkan diri utk mencari lokasi LostGenerationSpace utk support isu Keganasan Terhadap Wanita. Tak mention pula artis artis seperti Rafidah Abdullah (3r), Rafil (360 degree head rotation), Joe Kidd, Peter Hassan Brown & Marzika, Bernice Chauly, Mei Chern, Mien, Sei Hon, Julian dengan Malaikatnya di Jendela & Azmyl Yunor yang turut kongsi bakat & cerita-berita pada malam tu.

Kenapa begitu bersemangat? Inilah kerana pasal isu keganasan terhadap wanita!


Dengar khabar, KataGender tak cukup duit utk bayar sound system pd malam tu sebenarnya. Tapi dengan kuasa buruh kolektif, mereka dapat juga raise ngam-ngam cukup RM325 dpd artwork "Bilik Masak-Masak" dan juga stencilling atas surat jamin polis. RM300 utk sound system, yang terlebih pada FoodNotBombs utk beli makanan utk BBQ utk event malam seterusnya. Okaylah, cukup cerita, a picture apparently speaks a thousand words. So here's a few thousand:


sambil mendengar dendangan lagu, boleh juga melukis-lukis!


azmyl.. makan gaji! [sorry, photograhy tu slack sikit]


dalam bilik masak-masak


aktiviti kat luar, stencilling surat jamin. seringgit je satu.


stencil surat jamin tak cukup, nak stencil seluar juga..


nak buat event, kena potong rumput. nak potong rumput, tapi takde duit. buat DIY, macam mana nak buang rumput yang dah kena potong? buatlah..art attack! kalau tonggang-terbalik, adake nampak macam kambing hitam sikit?


KataGender ada juga mendapat support daripada penulis berbakat. Bernice Chauly mebaca script seorang transgender bernama Honey.


Peter Hassan Brown & Marzika. Betulnie.. kami berjamming tentang keganasan terhadap wanita!


Hasil artwork dpd Bilik Masak-masak. Gempak juga dikalangan mesejnye.


Nampak tu, guna blade kipas. Ngeri sikit...


Mei Chern.."do you see me like you?"


Mural, nampak familiar tak? :)

Thursday, December 08, 2005

Updates on Jamming VAW Night

Okay! Some pretty cool berita. First of all, Joe Kid found the map to The Lost Generation Space, http://www.geocities.com/lostgenspace/

Jangan sesat! Senang nak cari actually, and the best mamak in the world is actually pretty close by.

And we managed to get some awesome people to confirm their support by giving us some of their time, music and words, and they include:

360degree head rotation, Mei Chern, Hassan Peter Brown, Bernice Chauly, Rafidah Abdullah, Azmyl, Sei Hon, Sumbang, Jerome Kugan, Zapa.. and maybe some surprise drop in during the jamming sesi lewat malam.

Don't forget we are also going to be doing some art stuff, so if you wanna get your hands dirty, jangan pakai cantik-cantik ;-)

click to go to external page where this map boleh membesar sikit

Wednesday, December 07, 2005

Jamming Violence Against Women

9 & 10 December, 2005

Come and make the end of this year's 16 Days of Activism Against Violence Against Women a little more sparkly, a little more edgy, a little more swanky, and a little more crazy with your presence. KataGender + Food Not Bombs has two evenings lined up for you to play with:


Jamming Violence Against Women - films, music, words, paint and people



When?
Friday, 9th December 2005, 8:00pm till late (but not so late until we cannot wake up for the HR Walk the next morning ;-))
Where? The Lost Generation Space (notthatbalai), 11, Lorong Permai, Off Jalan Syed Putra, Robson Heights, KL
What? Mural Stencilling; Readings of original and not-so-original-but-still-make-the-heart-go-wahlau works; Sounds by local music-makers/players/people-with-guts-talent-and-a-guitar/dijeridoo
/voicebox; Films about how to turn the world upside-down-inside-out; Story Telling; Random Things that you can think of or want to do.
Why? 'Cause violence against women is a really stupid thing to live with?
Who? Hmm.. anyone who feels that spending one friday evening to provoke and ridicule the reality of violence against women with creative expressions is time well spent! Hope that includes you ;-)

Human Rights Night - Food Not Bombs + KataGender

When? Saturday, 10th December, 8:00pm till late. International Human Rights Day
Where? Same as above. The Lost Generation Space (notthatbalai), 11, Lorong Permai, Off Jalan Syed Putra, Robson Heights, KL
What? Art Exhibition, Poetry, Music, Peformance Art, Bazaar, Chill, Love, Peace etc... (all good things)
Why? 'Cause if we haven't got rights and freedoms, then what are we left with?
Who? You, me, your neighbour's kid who got spammed with this mail, her friends, their Friendster list, their ex-discipline teacher's list of Bad Rambutans, people who think and give a sen (maybe, who knows, maybe) etc etc etc

Bring your own makanan dan minuman because unfortunately, KataGender & Food Not Bombs do not have links to generous Mak Datuks and Tuk Datins who are able to fund our activities :)

Please help us pass this along! Hope to see you this weekend!

For more information:
katagender.blogspot.com | kata.gender@gmail.com

------

Mari menjenguk dan mengakhiri Aktivisma 16 Hari Menentang Keganasan Terhadap Wanita tahun ini bersama kami. Penglibatan kamu akan memastikan Pesta Dua Malam ini menjadi lebih gempak, lebih meriah, lebih kagum, lebih cacamerba. KataGender + Food Not Bombs mempersembahkan:

‘Jamming’ Keganasan Terhadap Wanita – filem, muzik, kata, warna, manusia

Bila? Jumaat, 9 Disember 2005, 8:00pm sehingga lewat (tapi taklar lewat sampai tak terbangun tidur utk Perjalanan Hak Asasi Manusia pagi esok :-))
Mana? The Lost Generation Space (notthatbalai), 11, Lorong Permai, Off Jalan Syed Putra, Robson Heights, KL
Apa? Stensil Mural; Bacaan2 karyaan asli, asal dan juga ciplak-namun-berdaya-mendengupkan hati; Bunyi2an dpd penghasil/pemain-muzik/mereka-yg-berani-berbakat-bergitar-bermacam2; Filem tentang bagaimana utk menunggang-terbalikkan dunia, Cerita-lah; Aktiviti2 Lain yg anda akan terfikir secara rambang…
Kenapa? Kerana kehidupan yang penuh dengan keganasan terhadap wanita sungguh tidak masuk akal?
Siapa? Hmm… siapa-siapa yg berpendapat bhw satu malam Jumaat yg digunakan untuk mencemuhkan ke-nyataan keganasan terhadap perempuan adalah masa yang digunakan dgn baik! Diharapkan ini termasuk anda ;-)

Malam Hak Asasi Manusia - Food Not Bombs + KataGender


Bila? Sabtu, 10 Disember, 8:00pm sehingga lewat. Hari Hak Asasi Manusia Sedunia
Mana? Sama seperti diatas. The Lost Generation Space (notthatbalai), 11, Lorong Permai, Off Jalan Syed Putra, Robson Heights, KL
What? Pameran Kesenian, Puisi, Sajak, Muzik, ‘Peformance Art’, Bazaar, Chill, Love, Peace etc... (err.. aku tak erti macam-mana nak menterjemahkan ini tanpa menggelikan hati!)
Why? Keranamu Malaysia (acahje…) *ahem* Kerana kalau tiada hak dan kebebasan, apakah lagi yang tertinggal untuk kita?
Who? Kamu, aku, anda, dia, mereka, saya, anak jiran yang kena ‘spam’ oleh email ini, kawan-kawan dia, teman-teman mereka di laman Friendster, sesiapa yang berfikir dan memberi satu sen (mungkin, entahlah) etc etc etc

Bawalah food and drinks sendiri, sebab sayangnya, KataGender & Food Not Bombs tiada perhubungan dengan Mak2 Datuk and Tok2 Datin yang murah hati dan menyokong aktiviti-aktiviti kami melalui derma bakti :-)

Kalau boleh, tolong kami passkan mesej ini ke rakan2 riang-ria anda yang lain! Semoga kami akan bertembung muka pada akhir minggu ini (wah.. formal & aksyen)!

Utk keterangan yg berlebih-lebihan atau saja nak berchatting2:
katagender.blogspot.com | kata.gender@gmail.com

Troubagangers 16 Days Activism Special

In collaboration (but to be honest, more like with the support of lah...) Troubadours & Doppelgangers, Troubagangers 16 Days Activism Special managed to not only have a good time with good music, draw a HUGE crows, but also raise some funds for WAO's Refuge. With half of the proceeds going to the Refuge, almost RM500 were raised for groceries and other basic necessities.

More details of the event can be found on the TroubadoursKL blogsite

We handed out some leaflets and gave a small little smurf-sized ceramah on our aktivisma and the isu, and then sat back, and enjoyed the muzik!

More foto-foto:

Lisa Zahran.. she rocks! Cunnye voice control...


Sarah Lo & Kohl. Best best best giler!


Some members of Akustic 39 membaca-ing our KataGender 'propaganda' to the audience =D



"16 Days is..." "Hope there are no SBs here..."
Jac, temporary rep of KataGender for the night, giving out more off-the-cuff 'propaganda'.



Of the crowd, picture dicuri dari blogspot Troubagangers KL



And the irony is...



As our beloved P Ramlee would say, "Cobaan..."

Mural Painting

3 December

In support of Women's Aid Organisation, Sisters In Islam, Amnesty International Malaysia and Malaysian AIDS Council, KataGender got together to paint a mural on the NGO's theme for 16 Days this year:

Get the Power, Get the Knowledge, Keep the Promise

Playing around with retro-style, we attempted to symbolise the various elements needed to form a movement around women's rights - hence the waves.

But I think maybe it ended up looking a bit like a signboard for Mimaland, as cheekily observed by one of our members. Takpelah.. asalkan jadi! Anyway, kami akan continue pada 9 December, kali ini menggunakan cara stencilling. So jom join!

Now gambar-time:


angkut barang bukan senang!



boing boing! set up time...



mari mengecat!



penuh dengan concentra-si nampaknye.



apa ni? symbol black metal?? bukanlah.. simbol perempuan ;-p


jangan main-main dengan masking tape.


clean up crew! cuba teka, siapa pegang kamera? berminyaknye muka..


err... hilang inspirasi untuk describe adegan pelik dan boria ini..

To be continued pada 9 Disember, The Lost Generation Space!